Kamis, 24 April 2014

Keluarga Harmonis, Tidak Membesar-besarkan Masalah Kecil.... | Oleh Cahyadi Takariawan

Ternyata sebagian besar konflik pasutri terjadi bukan disebabkan oleh persoalan besar, namun justru dari persoalan kecil dalam kehidupan keseharian.

Terlalu banyak hal kecil yang diributkan dalam kehidupan keseharian. Terlalu banyak persoalan sederhana yang dibesar-besarkan. Terlalu banyak urusan-urusan sepele yang menyita perhatian.

Richard Charlson, Ph.D dalam bukunya Don’t Sweat the Small Stuff with Your Family membuat sebuah kesimpulan yang menarik :

“Orang yang belajar untuk tidak memusingkan masalah-masalah kecil yang terjadi dalam kehidupan keluarga dan rumah, akan memiliki ambang toleransi yang sangat lebar dalam hidupnya".

"Mereka tidak mau membuang-buang energinya hanya untuk merasa terganggu dan frustrasi, dan lebih banyak mencurahkan energinya untuk bersenang-senang, untuk kegiatan produktif, dan untuk melimpahkan kasih sayang”.

“Bila hal-hal kecil tidak terlalu mengganggu anda, keluarga anda akan tampak sebagai sumber kebahagiaan daripada sebelumnya. Anda akan lebih sabar dan santai. Hidup anda tampak lebih menyenangkan".

"Anda akan merasa bahwa beban anda lebih ringan dan tidak terlalu mengganggu dan akan merasa bahwa hidup anda lebih harmonis. Perasaan damai ini akan menyebar dan akan mempengaruhi anggota lainnya dalam keluarga anda”.

Selamat malam sahabat semua...


Sumber :
https://www.facebook.com/cahyadi.takariawan?ref=ts&fref=ts

Read More … Keluarga Harmonis, Tidak Membesar-besarkan Masalah Kecil.... | Oleh Cahyadi Takariawan

Rumahku Surgaku... | Oleh Cahyadi Takariawan

Rumahku Surgaku

Jika ingin membuat suasana “rumahku surgaku”, sebagai suami harus bisa menjadi suami menyenangkan dan membahagiakan hati isteri, membuat isteri betah berlama-lama di sampingnya, dan tidak ingin meninggalkannya.

Sebagai ayah harus menjadi ayah yang menyenangkan dan membahagiakan hati anak-anak, bisa menjadi kebanggaan bagi anak-anak, membuat anak betah berlama-lama di sampingnya, dan tidak ingin meninggalkannya.

Sebagai isteri harus menjadi isteri yang menyenangkan dan membahagiakan hati suami, membuat suami betah berlama-lama di sampingnya, membuat suami bangga, dan tidak ingin meninggalkannya.

Sebagai ibu harus mampu menghadirkan surga di bawah telapak kakinya, bisa membahagiakan hati anak-anak, membuat anak-anak betah berlama-lama di sampingnya dan tidak ingin meninggalkannya.

Membahagiakan itu bukan persoalan memberikan semua keinginan pasangan dan anak-anak, namun lebih kepada kemampuan untuk memasuki relung-relung hati dan perasaan mereka.

Masing-masing harus menjadi pihak yang paling pandai memahami kondisi hati dan perasaan pasangan, selalu memperhatikan dan memahami, sehingga semua pihak merasa bahagia dan nyaman berada di dalam rumah tangga.


Sumber :
https://www.facebook.com/cahyadi.takariawan?ref=ts&fref=ts
Read More … Rumahku Surgaku... | Oleh Cahyadi Takariawan

Chemistry (Kecocokan Jiwa) Suami dan Istri... | Oleh Cahyadi Takariawan

Kecocokan jiwa suami dan istri adalah sebuah misteri. Ia memerlukan sebuah rumus "chemistry" tertentu yang harus dicari dan ditemukan bersama dalam keluarga.

Pasangan suami istri yang belum menemukan "chemistry", bisa dilihat dan dirasakan dari lima gejala berikut:

1. Mudah tersulut konflik. Hanya karena hal-hal sederhana dan sepele, membuat suami dan istri terlibat cekcok serta konflik. Banyak konflik tidak produktif dan tidak semestinya terjadi dalam keluarga mereka.

2. Sering salah paham. Setiap pembicaraan dan komunikasi, tidak berujung kepada pengertian, namun justru menimbulkan kesalahpahaman. Akhirnya membuat mereka malas berkomunikasi.

3. Tidak ada yang mau mengalah. Setiap muncul gejala konflik atau masalah, selalu berujung pertengkaran yang tidak mudah dilerai, karena tidak ada yang mau mengalah. Keduanya merasa heran, mengapa pasangannya tidak pernah mau mengalah.

4. Selalu merasa dirinya benar. Suami dan istri selalu menganggap dirinyalah yang benar, dan pasangannya berada di pihak yang salah. Keduanya merasa heran, mengapa pasangannya tidak pernah merasa bersalah.

5. Menganggap dirinya yang selalu mengalah. Sungguh unik, suami merasa selama ini ia selalu mengalah. Hal sama dirasakan istri. Ia menganggap selama ini dirinya sudah selalu mengalah. Mereka menuduh pasangannya yang tidak pernah mau mengalah.

Temukan segera chemistry hubungan anda dengan pasangan.

Selamat pagi sahabat semua.....


Sumber :
https://www.facebook.com/cahyadi.takariawan?ref=ts&fref=ts
Read More … Chemistry (Kecocokan Jiwa) Suami dan Istri... | Oleh Cahyadi Takariawan

Senin, 21 April 2014

Mengapa Harus Kartini ? | Oleh : Cahyadi Takariawan

Mengapa Harus Kartini?


Tiar Anwar Bahtiar


Hari Kartini lagi. Saya selalu teringat tulisan Tiar Anwar Bahtiar, MA, “Mengapa Harus Kartini?” yang pernah dipublikasikan di Republika beberapa tahun silam.
Tulisan Tiar tersebut sama sekali tidak bermaksud menggugat kiprah perjuangan Kartini yang selalu diperingati tiap tanggal 21 April oleh bangsa Indonesia. Namun lebih merupakan upaya meletakkan segala sesuatu secara proporsional. Agar peringatan Hari Kartini diposisikan secara lebih akademis.

Perjuangan Kartini tertuang pada buku yang memuat surat-surat Kartini kepada sahabat-sahabatnya di Eropa, Door Duisternis tot Licht, yang oleh Armijn Pane diterjemahkan menjadi Habis Gelap Terbitlah Terang. Buku ini diterbitkan semasa era Politik Etis oleh Menteri Pengajaran, Ibadah, dan Kerajinan Hindia Belanda Mr. J.H. Abendanon tahun 1911.
Buku ini dianggap sebagai pemikiran besar yang layak menempatkan Kartini sebagai orang yang sangat berpikiran maju pada zamannya. Konon, saat itu, tidak ada wanita yang berpikiran sekritis dan semaju itu. Benarkah klaim ini? Klaim yang selalu diajarkan di semua sekolah kita setiap memperingati Hari Kartini.

Beberapa sejarawan sudah lama mengajukan bukti bahwa klaim semacam itu tidak tepat. Ada banyak wanita yang hidup sezamannya juga berpikiran sangat maju. Sebut saja Dewi Sartika di Bandung dan Rohana Kudus di Padang (terakhir pindah ke Medan). Dua wanita ini pikiran-pikirannya memang tidak banyak dipublikasikan. Tapi yang mereka lakukan tidak kurang heroik dari yang dilakukan Kartini.
Dewi Sartika (1884-1947) bukan hanya berwacana tentang pendidikan kaum wanita. Ia bahkan berhasil mendirikan sekolah yang belakangan dinamakan Sakola Kautamaan Istri (1910) yang berdiri di berbagai tempat di Bandung dan luar Bandung. 

Rohana Kudus (1884-1972) melakukan hal yang sama di kampung halamannya. Selain mendirikan Sekolah Kerajinan Amai Setia (1911) dan Rohana School (1916), Rohana Kudus bahkan menjadi jurnalis sejak di Koto Gadang sampai saat ia mengungsi ke Medan. Ia tercatat sebagai jurnalis wanita pertama di negeri ini.

Jika Kartini justru dikenalkan oleh Abendanon yang berinisiatif menerbitkan surat-suratnya, Rohana Kudus menyebarkan idenya secara langsung melalui koran-koran yang ia terbitkan sendiri sejak dari Sunting Melayu (Koto Gadang, 1912), Wanita Bergerak (Padang), Radio (padang), hingga Cahaya Sumatera (Medan).
Bahkan kalau kita cermati kisah-kisah kepahlawanan Cut Nyak Dien, Tengku Fakinah, Cut Mutia, Pecut Baren, Pocut Meurah Intan, dan Cutpo Fatimah dari Aceh, klaim-klaim keterbelakangan kaum wanita pada masa Kartini hidup, bisa gugur.
Mereka adalah wanita-wanita hebat yang turut berjuang mempertahankan kemerdekaan Aceh dari serangan Belanda. Tengku Fakinah, selain ikut berperang juga adalah seorang ulama-wanita.

Di Aceh kisah wanita ikut berperang atau menjadi pemimpin pasukan perang bukan sesuatu yang aneh. Bahkan jauh-jauh hari sebelum era Cut Nyak Dien dan sebelum Belanda datang ke Indonesia, Kerajaan Aceh sudah memiliki Panglima Angkatan Laut wanita pertama, yakni Malahayati. Aceh juga pernah dipimpin oleh Sultanah (sultan wanita) selama empat periode (1641-1699). Posisi sulthanah dan panglima jelas bukan posisi rendahan.

Mengapa yang demikian terkenal dan diperingati secara nasional adalah Kartini? Mengapa bukan Rohana Kudus? Mengapa bukan Cut Nyak Dien? Mengapa Abendanon memilih Kartini?
Kita ingat Cut Nyak Dien tidak pernah mau tunduk kepada Belanda. Ia tidak pernah menyerah dan berhenti menentang penjajahan Belanda atas negeri ini.
Jika Kartini dianggap memiliki pembelaan yang kuat terhadap Islam, Rohana Kudus juga memiliki visi keislaman yang tegas.

“Perputaran zaman tidak akan pernah membuat wanita menyamai laki-laki. Wanita tetaplah wanita dengan segala kemampuan dan kewajibannya. Yang harus berubah adalah wanita harus mendapat pendidikan dan perlakukan yang lebih baik. Wanita harus sehat jasmani dan rohani, berakhlak dan berbudi pekerti luhur, taat beribadah yang kesemuanya hanya akan terpenuhi dengan mempunyai ilmu pengetahuan”, begitu kata Rohana Kudus.
Selamat Hari Kartini.

Sumber : Tiar Anwar Bahtiar, MA, “Mengapa Harus Kartini?”, di: http://republika.co.id/koran/155/42947/Mengapa_Harus_Kartini  

Sumber : 
https://www.facebook.com/cahyadi.takariawan?fref=nf

Read More … Mengapa Harus Kartini ? | Oleh : Cahyadi Takariawan

Perjumpaan Malam Itu dengan Kartini | Puisi Hari Kartini oleh Helvy Tiana Rosa

PERJUMPAAN MALAM ITU DENGAN KARTINI
(Helvy Tiana Rosa)

Ibu
Fotomu telah berulangkali dicetak untuk dipajang di pigura zaman negeri ini
Sejak Snouck Hugronje, Abendanon dan Estelle dari negeri merah putih biru
berilusi tentang gelap yang jadi terang,
kami digiring percaya
hingga ujung-ujung kebayamu

Maka setiap tiba pada hari itu, kami diingatkan
untuk berdiri tinggi di atas tebing hidup atas nama emansipasi
dan segala bentuk perjuangan sebagai gadis, istri, ibu, sebagai manusia.
Meski kadang kami tak mampu mengeja makna
bahkan kerap membolak baliknya semau kami,
kami katakan itu mimpimu
dan kami rayakan atas namamu, ibu.
Sebab selalu habis gelap terbitlah terang

Malam merayap sampai ke ubun-ubun hari
bulan pucat mengantar bayanganmu di beranda
Angin beringsut perlahan, sepi suara serangga
Seperti perih yang terlempar kembali ke abad lalu,
tiba-tiba kudengar lirih tangismu
di antara alunan gending yang gigil
Lalu sejumlah tanya mencabik,
bergema menyelusup ke sumsum masa

Kau bilang ada tangan-tangan yang mencipta
sosokmu sebagai ibu kami
dan itu bukan tangan pertiwi

Malam itu dalam gelap bibirmu mengucap nama-nama
Angin menuntun tangan putihmu
menulis para puan pemahat matari sejati
yang tak pernah bisa sungguh-sungguh disembunyikan musim
:Safiatuddin Syah Tajul Alam, Keumalahayati, Cut Nyak Dhien, Rohana Kudus, Christina Martha Tiahahu, Rasuna Said, Siti Aisyah We Tenriolle
dan ribuan perempuan lain

: “Mereka yang paling sejarah!” katamu. “Tidakkah kalian bisa menyaksi?”

Lalu kau hampiri aku yang termangu, pias dan menggigil
Dengan tangan gemetar kau serahkan penamu padaku
“Tuliskan ribuan nama lain!” isakmu

Aku ingin mengucap sesuatu atas hormatku padamu, Ibu,
tapi suaraku hilang dihisap malam

Dan pena itu meliuk sendiri di udara, menuliskan lagi nama-nama di atas pulau-pulau negeri, menjelma kembang api
dan lempengan cahaya paling kemilau: para puan pemahat matari, yang tak pernah bisa sungguh-sungguh disembunyikan musim
:Safiatuddin Syah Tajul Alam, Keumalahayati, Cut Nyak Dhien, Rohana Kudus, Christina Martha Tiahahu, Rasuna Said, Siti Aisyah We Tenriolle dan ribuan perempuan lain

Lalu sayup kudengar lagi suaramu dibawa angin sampai jauh
: aku adalah hanya, tercipta dari surat-surat lara yang paling entah
aku lahir dari sejarah yang dikebiri

Malam itu aku tersedak, bahkan tak bisa mengucapkan resah
yang berlarian melintasi tingkap jendela
Kupeluk fotomu sambil terus menulis tak terhingga nama
yang kutanam kembali di nadi dan belantara benak zaman
:Ibu!

(21 April 2012)


Sumber :
https://www.facebook.com/helvytianarosa.writer?fref=nf
Read More … Perjumpaan Malam Itu dengan Kartini | Puisi Hari Kartini oleh Helvy Tiana Rosa

Inspirasi dari RA Kartini ... | Oleh Dedhi Suharto


Inspirasi dari RA Kartini...
Oleh : Dedhi Suharto
 
Apa sih yang menginspirasimu dari RA Kartini, tweeps?
1. Selamat belajar dari RA Kartini, perempuan Indonesia. Selamat belajar kepada tokoh yang inspiratif.

2. RA Kartini memiliki semangat untuk maju. Ia perhatian terhadap pendidikan terutama untuk kaumnya. Baginya pendidikan kunci kemajuan.

3. Takdir membuatnya berhubungan dengan orang2 Belanda. Tapi Islam yang dipeluknya menuntun RA Kartini menemukan kebenaran.

4. "Habis gelap terbitlah terang", demikian frasa RA Kartini yg sangat populer. Sebuah frasa yang ternyata diambil dari Al Qur'an.

5. Frasa "habis gelap terbitlah terang" adalah padanan frasa dalam ayat Al Qur'an "minazhzhulumati ilannuur" (dari kegelapan menuju cahaya).

6. Itu menunjukkan RA Kartini akrab dengan Al Qur'an. Ia berinteraksi dengan Al Qur'an karena jiwanya selaras dgn Al Qur'an.

7. Dari sisi inilah mestinya kita belajar dari RA Kartini. Yaitu mau berinteraksi dengan Al Qur'an, terutama saat Ramadhan nanti.

8. Inspirasi lain yang bisa kita dapatkan dari RA Kartini adalah kemampuannya menuangkan ide2 dalam tulisan. Ini ciri orang modern.

9. Menulis adalah membuat jejak sejarah. Karena tulisan2nya itulah RA Kartini menjadi bagian sejarah bangsa Indonesia.

10. Inspirasi lain yang bisa kita teladani dari RA Kartini adalah semangatnya berdialog dengan semua pihak yang dikenalnya.

11. Itu tidak bisa dilakukan kecuali orang yang percaya diri. RA Kartini telah tercerahkan oleh Al Qur'an dan itu membuatnya pede.

12. Mestinya muslimah/perempuan Indonesia meneladani kepedean RA Kartini untuk terlibat dalam seluruh sisi kehidupan bangsa.

13. Demikianlah yang telah dilakukan RA Kartini di masa lalu. Semoga menginspirasi para Kartini muda di masa kini.

14. Semoga muncul para Kartini muda yang beriman, beramal shalih, yang akrab dgn petunjuk Al Qur'an, dan percaya diri dalam melangkah. End.


Sumber :
http://www.pkssumut.or.id/2014/04/inspirasi-dari-ra-kartini-by.html

Read More … Inspirasi dari RA Kartini ... | Oleh Dedhi Suharto

Minggu, 20 April 2014

16 Tahun @PK Sejahtera... I Oleh Mardin Wali

Puisi 16 Tahun @PKSejahtera...

20 April 2014


20 April 1998…, 16 tahun yang lalu
Kau terlahir sebagai sebuah partai politik baru
Di belantara politik bangsa ini
Saat euphoria kebebasan berdemokrasi sedang marak
Buah dari reformasi

Kini 16 tahun sudah usiamu
Peralihan dari masa remaja menuju dewasa
4 kali sudah kau lalui ujian yang bernama pemilu
Kau tak lolos di ujian pertamamu tahun 1999
Yang membuatmu harus berganti nama
Dan sedikit merevisi lambang

Dengan rahmatNya, ujian kedua dan ketiga kau lewati
Relatif tanpa riak gelombang yang berarti
Raihan suaramu bergerak naik
Walau belum mencapai target

Di ujian keempatmu ini
Badai besar menghantam setahun lamanya
‘mereka’ semua telah menvonis kematianmu
Berlabel survey yang akurat dan terpercaya

Namun dirimu sekokoh karang
Tetap berdiri teguh walau kerasnya hempasan ombat setiap saat
Kau tunjukkan pada mereka semua
Bahwa takdirmu bukan ditentukan oleh survey mereka
Tapi oleh kepercayaan orang
Yang yakin akan kebersihanmu, yang tersentuh oleh pedulimu
Yang terayomi oleh profesionalitasmu

Teruslah berjalan ke depan
Songsong masa depanmu
Tuk mengabdi dan membangun negeri ini
Dengan cinta, kerja dan harmoni
Kami kan selalu bersamamu
Kini, esok, dan selamanya.

Oleh: Mardin Wali
Kader PKS Ambon


Sumber :
http://www.pksnongsa.org/2014/04/puisi-16-tahun-pksejahtera.html


Read More … 16 Tahun @PK Sejahtera... I Oleh Mardin Wali

Kearifan Anis Matta Menghadapi Hinaan Ernest Prakasa

Kearifan Anis Matta Bawa Keteduhan di Twitterland

Anis Matta - baju taqwa
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta menunjukkan keteladanan kearifan dalam menyikapi hinaan di media sosial. Setelah Ernest Prakasa mengunggah sebuah gambar penghinaan atas dirinya, Anis Matta justru meminta maaf jika ada sikap atau kata-katanya yang membuat Ernest kesal.
Seperti diketahui, Ernest Prakasa melalui akun twitternya @ernestprakasa, Sabtu (19/4), mengunggah foto yang menunjukkan sepasang kaki tengah menginjak gambar wajah Anis Matta. “Kapan lagi ye kan?” kicaunya memberi keterangan foto rasis itu.

Dalam waktu sekejap, foto yang tersebar itu memantik protes banyak orang. Mereka mengingatkan bahwa tindakan Ernest itu memalukan. Bahkan, tanggapan juga dilancarka

Mendapat banyak tanggapan negatif, akhirnya Ernest meminta maaf dan menghapus twitnya. Ia beralasan, spanduk tersebut tergeletak di tengah lapangan, bukan dirinya yang menurunkan.

“Mempertimbangkan nasehat teman2, saya memutuskan untuk minta maaf atas twit menginjak spanduk. Iya, saya salah,” kicau Ernest.

“FYI, spanduk tadi emang tergeletak di tengah lapangan, jd diinjek2 semua org. Sumpah bukan gw yg nurunin, niat amat -_-" tambahnya.

Anis Matta, yang terkenal dengan buku-bukunya tentang kearifan, segera membalas dengan meminta maaf pula.

“Maaf jika ada sikap/kata-kata saya yang mmbuat anda kesal.. Masih banyak pekerjaan untuk memperbaiki bangsa.. Dan itu harus dilakukan bersama..:)” jawab Anis Matta.

“Iya Pak. Mohon maaf atas ketidaksopanan saya ya..” balas Ernest berikutnya. Dan seperti saat Anis Matta mengatasi hiruk pikuk saat rombongan kampanye PKS dan PDIP bertemu di jalanan Solo, insiden ini juga berakhir damai dan membawa keteduhan di Twitterland. [IK/bersamadakwah]
 
Sumber :
http://www.bersamadakwah.com/2014/04/kearifan-anis-matta-bawa-keteduhan-di.html
Read More … Kearifan Anis Matta Menghadapi Hinaan Ernest Prakasa

11 Kiat Hidup Bahagia dari Ustadz Arifin Ilham

11 Kiat Hidup Bahagia dari Ustadz Arifin Ilham


Ustadz Arifin Ilham
Setiap orang, pasti menginginkan kebahagiaan dalam hidupnya. Laki-laki atau perempuan, tua atau muda, kaya atau miskin, pejabat atau rakyat, semuanya ingin hidupnya bahagia.
Lalu, bagaimana kiat hidup bahagia di zaman yang disebut oleh ustadz Arifin Ilham sebagai “era global maksiat” ini? Berikut 11 kiat dari beliau sebagaimana ditulis dalam akun facebooknya, KH Muhammad Arifin Ilham, Sabtu (19/4):

1. Tetap serius dan disiplinkan diri dalam taat walau dianggap asing, kampungan, sok alim, riya’ dan sebagainya

2. Selalu setiap hari mulai waktu fajar berinteraksi dengan Al Qur’an

3. "Ihyaaussunnah" konsisiten menghidupkan sunnah-sunnah Rasuullah, seperti tahajjud, dhuha, jaga wudhu, membiasakan zikir di setiap kesempatan dan selalu berjamaah di mesjid di mulai waktu subuh,

4. Hiasilah kehidupan rumah tangga dengan keteladanan dan kemesraam dalam syariatNya

5. Berbakti kepada ayah ibu sepenuh hati

6. Senang berguru, mengunjungi dan mendengar nasehat ulama yang istiqamah

7. Duduk dan berkumpul dengan orang-orang shalih

8. Hadir di majlis ilmu dan zikir

9. Selalu menyempatkan duduk di atas sajadah untuk muhasabah diri persiapan hidup setelah mati

10. Beraktifitas dengan semangat syukur, baik sangka dan optimis

11. Segalanya selalu dimulai dengan doa dan diakhiri dengan tawakkal, Alhamdulillah.

Demikian 11 kiat hidup bahagia dari Ustadz Arifin Ilham. [IK/bersamadakwah]
Sumber :
http://www.bersamadakwah.com/2014/04/11-kiat-hidup-bahagia-dari-ustadz.html
Read More … 11 Kiat Hidup Bahagia dari Ustadz Arifin Ilham

Sabtu, 19 April 2014

Hari ini Pleno KPU Kota Pekalongan, PKS Siap Selamatkan Suara, ada Indikasi Penggelembungan Suara dari pihak Lain


Pekalongan- Hari ini Sabtu, 19 April 2014, KPU Kota Pekalongan akan mengadakan pleno terkait hasil pemilu setelah di masing-masing kecamatan selesai melakukan perhitungan. Menghadapi Agenda tersebut PKS Kota Pekalongan siap mempertahankan perkiraan 3 kursi yang didapatkan untuk DPRD II Kota Pekalongan dan juga mempertahankan suara untuk DPRD I Propinsi dan DPR Pusat serta DPD. PKS telah menyiapkan data pendukung yang lengkap.

Ketua DPD PKS Kota Pekalongan, Aji Syuryo, A.Md mengungkapkan, PKS akan fokus mengawal perolehan suara yang telah didapatkan, jangan sampai ada perubahan. Namun Aji juga menegaskan, pengawalan suara tidak hanya suara PKS namun juga suara partai yang lain.
Karena ada indikasi sebelumnya pada tingkat PPK dan PPS terutama di Dapil Pekalongan Barat ada indikasi penggelembungan suara oleh salah satu partai.

"Kami akan fokus pada perolehan suara yang sudah di kawal dari tps, jangan sampai ada pengurangan, kami juga akan mengawasi suara partai lain" Ungkap Aji Syuryo
 

PKS telah berhasil mengkoleksi data cukup baik dan komplit, yang akan bisa digunakan untuk melakukan advokasi apabila ada upaya pengurangan suara. Aji Syuryo menegaskan, PKS Kota Pekalongan sangat siap data pada Pleno KPU hari ini.

Sementara itu, Tim Tabulasi data suara DPD PKS Kota Pekalongan juga melakukan Copy Data C1 KPU ke Model C1-IT  untuk Tabulasi Data Nasaional, Tim Tabulasi Data Nasional PKS ini dikomandoi oleh Nurhadi SA yang juga merupakan Tim Tabulasi DD Jateng X.


Ketua DPD PKS Kota Pekalongan menyatakan insya Allah  Pemilu 2014 ini PKS Kota Pekalongan mendapatkan 3 Kursi, "3 kursi aman, untuk jumlah suara kita tunggu hasil KPU, kita hormati proses yang akan berjalan" Ungkap Aji Syuryo Ketua DPD PKS Kota Pekalongan. Dari perhitungan internal, masing-masing dapil PKS akan mewakilkan kadernya Aji Syuryo, A.Md dari dapil 1 Pekalongan Barat, Idris Satria Budi, Ak.MBA dari dapil 2 Pekalongan Utara, dan Mungzilin, S,HI dari dapil 3 Pekalongan Timur

Aji Syuryo menambahkan, perolehan pemilu kali ini, PKS Pekalongan mengalami penambahan suara dan perolehan kursi, pada Pemilu 2009 PKS hanya mendapatkan 2 kursi dari dapil barat dan Timur, kini mendapatkan 3 kursi, yaitu ditambah dari dapil utara yang sebelumnya belum pernah mendapaatkan kursi. (Bekti)



Read More … Hari ini Pleno KPU Kota Pekalongan, PKS Siap Selamatkan Suara, ada Indikasi Penggelembungan Suara dari pihak Lain
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...