Rabu, 16 April 2014

Tips Melupakan Kesalahan Pasangan (Suami/Istri) | Oleh Cahyadi Takariawan

Hal yang paling berat adalah melupakan kesalahan pasangan. Banyak istri dan suami yang menyatakan tidak bisa melupakan kesalahan pasangan, apalagi ketika kesalahan itu berupa perselingkuhan.

Mengapa mereka tidak bisa melupakan, itu karena mereka terus mengingatnya. Berhentilah terobsesi dengan kesalahan pasangan yang membuat anda selalu mengingat kesalahan itu. Pertanyaan berikutnya adalah, bagaimana cara agar tidak lagi mengingat kesalahan yang pernah dilakukan pasangan?

Anda tentu ingat dengan pertanyaan saya “bisakah selembar daun menutupi dunia ini?” Jawabnya adalah : bisa, ketika daun itu menutupi kedua mata kita. Dunia yang sangat besar ini tertutup oleh selembar daun yang menempel di mata kita. Demikian pula dengan hati kita, apa yang paling banyak memenuhi hati kita itu yang akan selalu teringat dan tidak pernah dilupakan.

Hati kita hanya ada satu. Jika memenuhi hati dengan kesalahan pasangan, maka tidak ada satupun tempat di hati untuk berbagai macam kebaikannya. Namun jika memenuhi hati dengan kebaikan pasangan, maka tidak ada lagi memori yang tersisa untuk menyimpan ingatan tentang kesalahan dan kekurangannya.


Sumber :   https://www.facebook.com/cahyadi.takariawan?fref=ts
Read More … Tips Melupakan Kesalahan Pasangan (Suami/Istri) | Oleh Cahyadi Takariawan

Etika dalam penataan bagian dalam rumah | Oleh Cahyadi Takariawan

Tatanan rumah kita pun ada etikanya. Ketika membangun rumah, jangan hanya mementingkan estetika namun mengabaikan etika.
Di antara etika dalam penataan bagian dalam rumah kita adalah adanya definisi yang jelas atas ruang-ruang yang ada.

1. Ruang Privat
Yaitu bagian rumah yang hanya boleh dimasuki anggota keluarga. Semua anggota keluarga bebas berekspresi di ruang privat ini tanpa khawatir dilihat orang lain. Seperti kamar tidur, ruang keluarga, teras dan taman keluarga, toilet keluarga, dll.

2. Ruang Semiprivat
Yaitu bagian dalam rumah yang masih bisa dimasuki tamu, namun untuk memasukinya memerlukan izin tuan rumah. Seperti ruang tamu, ruang makan, perpustakaan, mushalla, dll.

3. Ruang Publik
Yaitu bagian rumah yang sengaja disediakan untuk umum. Para tamu leluasa memasukinya tanpa perlu izin tuan rumah. Misalnya taman terbuka di depan rumah, gazebo taman depan rumah, teras terbuka, perpustakaan terbuka, toilet yang disediakan untuk umum, dll.

Definisi ini penting terutama untuk umat muslim, karena adanya konsep hijab, muhrim dan adab interaksi yang harus diterapkan di dalam rumah tangga.


Sumber :   https://www.facebook.com/cahyadi.takariawan?fref=ts
Read More … Etika dalam penataan bagian dalam rumah | Oleh Cahyadi Takariawan

Selasa, 15 April 2014

Politisasi Dalam Dunia Pendidikan, disesalkan oleh Anggota Komisi X Bidang Pendidikan, Ahmad Zaenudin

Anggota Komisi Pendidikan DPR RI Sesalkan Adanya Politisasi Dalam Dunia Pendidikan


Anggota Komisi X DPR RI Ahmad Zainuddin.

Anggota Komisi X DPR RI Ahmad Zainuddin.
dakwatuna.com – Jakarta.  Anggota Komisi X DPR RI menyesalkan Ujian Nasional sudah dijadikan ajang kampanye dan politisasi lembaga pendidikan.
“Dengan alasan apapun tidak dibenarkan adanya upaya sosialisasi atau kampanye politik di lingkungan sekolah. Apalagi jika hal itu di lakukan dalam soal ujian nasional SMA/SMK, karena sangat dikhawatirkan ada upaya penggiringan opini yang dapat menguntungkan ataupun dapat mendiskreditkan pihak tertentu yang dijadikan obyek pada soal tersebut”. 
Demikian dikatakan Ahmad Zainuddin dalam rilis yang diterima redaksi dakwatuna, ketika menanggapi adanya soal nomor 13 dan nomor 14 Ujian Nasional tingkat SMA/SMK memuat soal tentang biografi salah seorang tokoh yang menjadi kandidat dalam pilpres pada bulan Juli mendatang .
 
Menurutnya, materi tentang biografi tokoh itu tidak masalah dimunculkan dalam soal ujian nasional. Akan tetapi pemunculan biografi tokoh yang menjadi kontestan politik pada masa sekarang ini tentu sangat rentan dengan tujuan tertentu.
Zainuddin menyayangkan hal ini terjadi dan berharap untuk materi ujian tentang biografi tokoh seharusnya dapat mengambil contoh biografi tokoh yang lain. “Kan masih banyak tokoh berprestasi lain yang tidak terkait dengan kontestan politik saat ini”, ujarnya.
Lebih lanjut legislator PKS ini menjelaskan bahwa hal seperti ini adalah kejadian berulang, dimana beberapa waktu yang lalu terdapat upaya mendiskreditkan pihak tertentu dalam soal Ujian Kenaikan Kelas (UKK) untuk tingkat XI SMK di Kabupaten Bogor. Di dalam soal nomor 50 pelajaran Bahasa Indonesia,  di mana materi yang dijadikan soalnya adalah kasus penyitaan mobil seorang tokoh politik.
Untuk itu Zainuddin mendesak Kemdikbud untuk mengusut tuntas permasalahan ini, agar nantinya tidak ada lagi politisasi dalam dunia pendidikan dengan alasan apa pun. “Menteri Nuh harus bertanggung jawab penuh akan hal ini”, pungkasnya. (sbb/dakwatuna)

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2014/04/15/49616/anggota-komisi-pendidikan-dpr-ri-sesalkan-adanya-politisasi-dalam-dunia-pendidikan/#ixzz2yvOEty1U
Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook
Read More … Politisasi Dalam Dunia Pendidikan, disesalkan oleh Anggota Komisi X Bidang Pendidikan, Ahmad Zaenudin

"Beruntung Masih Ada PKS" | Oleh Dr. Amir Faishol Fath

Dr Amir Faishol Fath: "Beruntung Masih Ada PKS"
Oleh Dr Amir Faishol Fath
(Pakar Tafsir Al-Qur'an)




1. Saudaraku, saya selalu ditanya ttg #PKS, apa bedanya dengan partai lain. Padahal saya sama dg anda, hanya bisa dukung yg paling bersih.

2. Setelah saya baca visi-misi #PKS, saya tahu bahwa PKS adalah kumpulan sekelompok orang lemah di negeri ini yg ingin memperbaiki keadaan.

3. Maksudnya keadaan negeri ini yang terus menerus dirundung korupsi, sehingga Rakyat terus sengsara. #PKS hadir untuk memperbaiki.

4. Sayangnya kadang pemberitaan tdk objektif, sehingga #PKS terkesan sama dg partai lain: yakni ikut2an korupsi.

5. Kalau pengalaman saya, setiap kali mendengar atau membaca berita negatif ttg #PKS saya cek dulu. Dan ternyata itu tdk benar.

6. Tapi seringkali Media membesarkan tuduhan, tapi setelah bersih & tdk terbukti media diam. Sehgga di benak Rakyat terksan #PKS sama saja.

7. Mereka yg tdk tahu #PKS berkata lihatlah pendirinya keluar/kecewa, saya yakin dia keluar karena maslah pribadi bukan masalah PKS.

8. Ada juga yg bilang aku dulu #PKS, sekarang aku keluar, biasanya dia keluar karena tidak paham apa itu PKS.

9. Kalau saya kebalikannya, dulu tidak suka partai politik, semua partai politik sama saja, tujuannya kekuasaan, itu sebelum ada #PKS.

10. Tapi setelah saya melihat ada #PKS, saya pelajari secara mendalam, saya lihat kader2nya, saya Lihat pimpinannya, wah ini OK banget.

11. OK banget karena ia komitmen memperjuangkan hak2 Rakyat. Lihatlah bukti2 pada kepemimpinan #PKS di setiap wilayah, seperti Depok, Jabar.

12. Kalau ada pihak2 yg gerah, biasanya itu karena ia tidak bisa bermain korupsi bersama #PKS. Jadi menurut saya sambutlah PKS dg senang.

13. Ada perbedaan mendasar, kalau Partai lain adalah gerakan orang atas untuk mempertahankan satusquo, dg cara mempengaruhi org bawah.

14. Kalau #PKS adalah gerakan orang bawah untuk memperbaiki/minimal mengimbangi prilaku orang atas.

15. Jadi selama ini org atas merasa aman berbuat apa saja, spt jual aset negara, krn tdk ada yg mengimbangi dari kalangan bawah. Untung ada #PKS.

16. Dulu para koruptor aman karena dekat dg penguasa, sekarang mrk ketakutan untuk korupsi, ini fungsi ada pengimbang seperti #PKS.

17. Maka wajar kalau banyak serangan thdp #PKS, tapi anda sebagai Rakyat yg jujur jangan terpengaruh. Lihat saja buktinya di KPK.

18. Hasil Survey membuktikan bahwa 70% rakyat masih suka disogok, kalau begitu partai bersih seperti #PKS akan terus dimusuhi. Ini Pasti.

19. Kalau partai lain selalu menawarkan slogan & janji2, tapi #PKS selalu hindari janji karena hanya bisa membawa bukti.

20. Saya katakan sungguh untung ada #PKS sehingga amanah anda ada yg meperjuangkan di level atas. Kalau tdk, anda hanya bisa berdemo/berteriak.

21. Kalau dulu anda hanya bisa ngomel2 dlm obrolan, sekarang sampaikan itu omelan anda ke #PKS itu pasti akan diperjuangkan

22. Saya sampaikan kicauan ini, karena saya tahu benar hakikat #PKS, dan saya seperti anda sedang mencitakan negeri ini agar lebih baik.

23. Satu lagi, jika #PKS berkoalisi, anda jangan curiga, itu biasanya setelah adanya kesepakatan untuk perjuangan agenda demi Rakyat.


*follow usatdz @amirfath on twitter



Sumber : http://www.pkspiyungan.org/2014/03/dr-amir-faishol-fath-beruntung-masih.html








Read More … "Beruntung Masih Ada PKS" | Oleh Dr. Amir Faishol Fath

Partai Keluarga Super



Oleh: Chifrul El Hamasah
Seperti diceritakan sang istri


Banyak anak, banyak rezeki. Begitulah sebuah ungkapan lama yang menurut banyak orang saat ini dianggap kuno dan tidak relevan sebagai pilihan hidup modern. Sebuah ungkapan yang sesungguhnya tidak berhenti pada sekadar kekata, namun lebih dari itu, sebuah harapan. Sebentuk doa. Doa bahwa setiap anak membawa rezekinya sendiri-sendiri. Yang sesungguhnya, anak itu sendiri adalah rezeki.

Pertama kali saya menemukan sebuah keluarga dengan jumlah anak yang terbilang banyak adalah ketika saya masih berseragam abu-abu. Saya mempunyai teman dekat yang dengan kebersamaan kami, pada akhirnya saya terwarnai oleh kebaikannya. Mengenal ayah-ibunya dan keluarganya meski tak terlalu dalam. Sebuah keluarga dengan enam anak di bawah satu atap yang sederhana.

Teman saya, sebut saja “Aisyah”, merupakan sosok yang menjadi pewarna sejarah bagaimana saya memulai menjadi seorang muslimah yang seharusnya. Aisyah merupakan satu di antara segelintir siswi yang menggunakan jilbab di sekolah. Kala itu, jilbab masih menjadi pakaian yang “aneh” dan amat jarang untuk ditemukan di sekolah.

Ya, sekitar sepuluh tahun yang lalu. Jilbab dengan bentuknya yang kotak, dipakai sederhana bersudut di depan dan belakang, sempurna menutup kepala dan dada. Tidak seperti jilbab “masa kini” yang dilipat-lipat, diputar-putar, digulung-gulung, dan beraneka kreasi lainnya. Asal masih syar’i dan tidak glamour, menurut saya masih okelah.

Berpenampilan berbeda dengan kebanyakan siswi, tak lantas membuatnya tersisih. Aisyah tidak mendirikan pagar berjajar di sekitarnya sehingga tak tersentuh interaksi. Namun ia justru supel dan bahkan berprestasi. Selain hidayah yang tak terhingga itu, kedekatan saya dengan Aisyah juga merupakan faktor yang membuat saya menyerahkan diri saya pada kehendak syariat bagi seorang muslimah. Ya, selempang kain akhirnya setia menutup kepala saya. Pelan-pelan saya mulai menata hati, membaikkan apa yang ada pada diri, dan terus berharap agar jilbab ini setia menemani kini dan nanti.

Beberapa kali Aisyah mengajak saya ke rumahnya. Ya, untuk sekadar beranjangsana atau mengerjakan tugas sekolah bersama. Rumahnya sederhana saja. Dan yang membuat saya terpesona adalah dia ternyata enam bersaudara. Bincang-bincang pun bermula dan selalu mengasyikkan. Bayangan saya, keluarga dengan banyak anak pastilah gaduh dan berpotensi terjadi tragedi “kapal pecah”. Hehehe… Namun, sejauh yang saya temui dan lihat, keluarga Aisyah sangat rukun. Anak-anaknya akur. Pintar-pintar dan mudah diatur. Mereka adalah tipikal keluarga dengan polesan kelembutan kasih, kalau boleh saya bertutur. Mereka semua ramah-ramah, belum pernah saya dapati mereka marah-marah.

Ayah Aisyah adalah seorang dokter umum, sementara ibunya adalah seorang dokter gigi yang lebih cenderung untuk berbisnis dan menjadi ibu rumah tangga. Kehidupan yang sederhana, namun berasa bahagia. Anak-anaknya sudah sedemikian rupa dikondisikan untuk mencintai agamanya. Rerata mereka pun bahkan sudah hafal Quran setidaknya dua juz. Masya Allah…Keluarga Super!

Tanpa sengaja saya melihat sebuah stiker bergambar dua bulan sabit kembar dengan setangkai padi ditengahnya pada pintu rumah Aisyah. Ah, tidak salah lagi! Ini pasti keluarga PKS. Meski demikian, Aisyah tidak pernah mengajak atau menyuruh saya untuk bergabung ke dalam PKS.

Ya, mungkin saat itu saya masih pelajar sehingga belum saat yang tepat untuk berkecimpung dalam aktivitas parpol yang kini saya ketahui bukan sekadar parpol, tapi sebuah barisan yang ingin menjadikan Islam sebagai solusi kehidupan secara komprehensif. Sebuah cita yang mulia dengan visi jauh ke depan melampaui masa.

Sepuluhan tahun berlalu. Kami berpisah jarak. Tapi masih beberapa kali berkirim pesan. Bertanya kabar dan ini-itu. Rupanya keluarga Aisyah bisa dikatakan sebagai Keluarga Besar Dokter. Empat dari enam bersaudara itu telah menjadi dokter. Sungguh hal yang luar biasa bagi saya. Keluarga dengan banyak anak bukan sebuah musibah. Justru sebuah berkah.

Maka saya merasa miris ketika membaca iklan besar di sebuah institusi pemerintah yang bergerak di bidang kekeluargaan, menulis besar-besar sebuah peringatan “Banyak Anak, Banyak Masalah!!!”. Jargon yang tidak sepenuhnya salah, hanya kurang bijaksana. Memang, untuk memiliki jumlah anak tertentu harus dipersiapkan dengan perencanaan yang benar. Melihat kehadiran buah hati bukan dari sekadar nominal.

Semakin banyak anak, maka semakin banyak pengeluaran. Semakin banyak anak, maka semakin banyak masalah. Tapi hal ini tidak berlaku pada orang-orang yang memang siap dan selalu berharap kebaikan dan keberkahan dari kehadiran sang buah cinta.

Sampai kini banyak saya temukan keluarga PKS yang memiliki anak banyak. Mereka bahagia. Mereka tetap bekerja dan berkarya. Berkontribusi untuk masyarakat sekitarnya. Dengan banyaknya keluarga mereka, mereka berharap kebaikan yang mereka perjuangkan akan bisa lebih luas tersebarnya. Cita-cita mulia mereka akan meregenerasi dan lestari. Sampai suatu masa kejayaan Islam kembali.

Mereka akan tersenyum dalam ruang-ruang yang lapang. Tidak peduli bagaimana susahnya keadaan perjuangan kini, karena dalam sanubari mereka menyala sebait syair : Harapan itu masih ada!

Tidak salah jika sebagian masyarakat kita menilai bahwa keluarga PKS itu hampir semua banyak anaknya. Kenyataannya memang demikian. Super jumlahnya. Dan semoga juga super kualitasnya. Maka bolehlah saya mengusulkan sebuah partai baru di Indonesia tercinta kita. Partai Keluarga Super! )I(

Oleh: Chifrul El Hamasah
Seperti diceritakan sang istri

____
Dikutip dari buku "Pahlawan Dalam Diam"


Sumber : https://www.facebook.com/jumadi.subur?fref=ts


Read More … Partai Keluarga Super

PKS Ketiban Berkah | Oleh Nandang Burhanudin

PKS Ketiban Berkah
By: Nandang Burhanudin
*****


PKS urutan 4 atau 6 sekalipun gak masalah.
Yang penting PKS mampu muhasabah.
Berjuang itu harus siap menang kalah.
Yang penting PKS tetap istiqomah.

Lihatlah semangat para kader yang membuncah.
Bersatu padu bahu membahu tak lagi goyah.
Sigap membantu dan menolong yang kena musibah.
Berpadu kembali dalam jaring-jaring ukhuwah.

Kini PKS siap menyongsong diri untuk berbenah.
Tak peduli ia seorang jundi atau seorang qiyadah.
Tak ada kata lain, "PKS harus berubah!"
Berubah lebih baik dari struktur tertinggi hingga bawah.

PKS harus paham tak ada sumber ma'unah.
Selain dari Allah Ta'ala Rabul 'Izzah.
Bertaqarrub dan tak kenal lelah berkhidmah.
Demi agama, rakyat, bangsa, dan kajayaan ummah.

Mari kawan kita terus pupuk semangat jangan menyerah.
Perbanyak modal dan kader-kader yang tak kenal pasrah.
Kobarkan semangat memperbanyak keturunan yang berkah.
Melalui pernikahan sakinah mawaddah warahmah dalam dakwah.


Sumber : https://www.facebook.com/pages/Nandang-BUrhanudin/371350799643668
Read More … PKS Ketiban Berkah | Oleh Nandang Burhanudin

PKS, Merawat Energi Terbarukan | Oleh Nandang Burhanudin

PKS, Merawat Energi Terbarukan
By: Nandang Burhanudin


 

Ada keharuan yang tak mampu digambarkan kata bahkan rangkaian cerita. PKS harus berbangga. Secara organisasi, ia memiliki dukungan energi senantiasa terbarukan: yaitu kader-kader biologis dari keluarga besar PKS.

Lihatlah kadar militansinya. Mereka "ikut sibuk" dengan agenda-agenda Pemilu. Nomor urut partai mereka hapal. Bahkan hasil Quict Count dengan seksama dicermati. Wawasannya tak kalah dengan pengamat Burhanudin Muhtadi, tentu untuk usianya.

Namun energi terbarukan ini bisa menjadi bumerang, jika tidak dirawat dan diarahkan dengan bijak. Kader-kader biologis ini, harus tetap dipupuk untuk memperkuat visi-misi besar membangun Indonesia dan berkontribusi terhadap peradaban Islam global.

Tentu setelah mereka lahir dari rahim ibunya yang shalihah. Mereka harus dibina matang tentang 3 hal:

1. Orientasi meraih cinta Allah dalam setiap gerak-geriknya.
2. Fokus menggali potensi terbaik, agar saat besar nanti mampu menjadi muslim kontributif.
3. Memahami misi hidup untuk membahagiakan orang lain.

Semuanya berawal dari keharmonisan keluarga. Tak menjadi soal, apakah keluarga monogami atau poligami. Karena harmoni bersifat universal. Tak sedikit yang monogami kawin-cerai. Namun yang poligami malah rukun damai. Para ayah dan kaum ibu, harus menjadikan putra-putrinya asset berharga jamaah yang tak ternilai.

So, mari rawat kembali kualitas Rumah Tangga kita. Tebarkan cinta tak bersyarat. Sayap-sayap cinta inilah, yang akan membawa Indonesia menjadi sepenggal Firdaus. Ketauhilah, di tangan anak-anak kita, Indonesia sejahtera. InsyaAllah.


Sumber :  https://www.facebook.com/pages/Nandang-BUrhanudin/371350799643668


Read More … PKS, Merawat Energi Terbarukan | Oleh Nandang Burhanudin

Saksi-saksi PKS, Kunci Menyempurnakan Misi | Oleh Nandang Burhanudin

Saksi-saksi PKS, Kunci Menyempurnakan Misi
By: Nandang Burhanudin
**** 


PKS harus bangga. Kini memiliki tambahan energi terbarukan. Energi yang diraih dari jalur perjuangan politik; yaitu para saksi. Bayangkan, dengan tugas dan tanggungjawab superberat. Mereka tetap gigih dan tahan berada di lokasi tak mengenal asam urat. Seakan instruksi Presiden PKS, "Ambillah suara itu walau di mulut macan. Bahkan jika sudah ditelan, anda harus masuk juga dan robek isi perutnya!"

Saya sempat memantau kesiapan para saksi. H-1, mereka sudah standby di TPS. Esok pagi buta, sekira jam 6.15, mereka sudah hadir kembali di TPS. Selanjutnya, mereka harus siap menjalankan wejangan Bung Haji Rhoma Irama, "Begadang boleh saja. Asal ada manfaatnya!" Selesaikah tugas mereka? Ternyata tidak saudara-saudara. Sebagai pemegang form C1. Mereka harus siap menjaga satu suara agar tidak menguap dari mulai TPS, Plano, PPS, PPK Hingga KPU Pusat.

Syukur alhamdulillah. Rata-rata saksi PKS adalah orang-orang terdidik, pandai berhitung, melek komputer terutama formula excel. Mereka dibackup situs tabulasi nasional untuk memantau, mengawal dan mengadvokasi suara anda dari TPS hingga Nasional. Kawan saya yang menjadi Kordapil bercerita, ia dimintai data-data C1 oleh caleg-caleg dari partai biru. Karena para caleg dari parpol lain, satu sama lain "baku hantam." Ditambah lagi, problem para pengurus KPPS yang ternyata memiliki hidden agenda, memenangkan partai dan caleg tertentu.

Bisa dibayangkan bukan, bagaiman rumitnya menjadi saksi TPS dari PKS? Upahnya gak nendang. Tanggungjawabnya super duber beratnya segudang. Belum lagi harus siap diawasi dan terkadang kena tendang dari Parpol lain yang pada meradang. Tuch di NTB, mobil saksi PKS dihancurin dan lembaran C1 melayang.

Jadi wajar jika para saksi adalah mujahid. Orang yang sungguh-sungguh berjuang menjaga amanah suara. Walau PKS hanya 6,9% atau 8 % suara Nasional. Berkat para saksi inilah, suara PKS utuh tak kurang. So, para aleg PKS baik di level Kabupaten-Kota, Provinsi, atau Pusat. Kalau udah pada jadi, jangan lupakan para saksi ya! Berjuanglah yang benar. Apalagi yang jadi aleg Pusat. Anda bisa dapat gaji berlipat-lipat. Bahkan disebut orang hebat. Plus tunjangan kendaraan mengkilat dan uang pensiun yang memikat. Tetaplah merakyat! Jangan lupakan amanat. Takutlah Allah melaknat.

Jadi hari gini masih ragu ke PKS?


Sumber : https://www.facebook.com/pages/Nandang-BUrhanudin/371350799643668
Read More … Saksi-saksi PKS, Kunci Menyempurnakan Misi | Oleh Nandang Burhanudin

"Bagaimana Anis Matta Memimpin PKS di Saat Krisis" oleh Fahri Hamzah

"Bagaimana Anis Matta Memimpin PKS di saat Krisis" by @Fahrihamzah

 

Twit @Fahrihamzah
(13/4/2014)

Saya ingin lanju Tweet: #PKSbersyukur melanjutkan #PadaKemanaSekarang ...

Pandangan saya tentang apa yang PKS hadapi itu netral..

Netral dalam pengertian bahwa wajar kalau kelompok saling serang..

Dalam demokrasi, itu kesadaran kunci bahwa manusia itu kompleks dan konflik..

Bahkan manusia konflik dengan dirinya sendiri apalagi antar kelompok..

Karena itu demokrasi menawarkan cara mengatasi konflik secara dewasa...

Karena itu PKS sadar kalau diserang atau bahkan ingin ditiadakan..

Karena itu wajar kalau PKS juga punya musuh...

Dari yang salah paham sampai yang salah jalan...

Saya tidak maksudkan itu adalah sebuah korporasi media...

Saya tak maksudkan itu sebuah kelompok peneliti...

Saya tak maksudkan juga partai politik atau negara...

Tapi kalau ada yang merasa dipojokkan saya minta maaf..

Kalau ada yang merasa dipojokkan mungkin benar...

Tapi seperti itulah perasaan sebagian kami juga di PKS...

Kami tidak anti ilmuwan sosial...

Justru ilmuwan sosial perlu menengok sedikit bagaimana dapur kami...

PKS bekerja dengan prinsip yang sangat ilmiah....

Dapur kami meracik teori2 baru tentang fakta sosial..

Para ilmuwan di Indonesia perlu membaca buku #gelombangke3..

Karya Presiden PKS @anismatta ini salah satu landasan kami bergerak..

Kami sangat sadar dengan realitas baru Indonesia...

Dan dalam terobosan kampanye kami ini sudah diaplikasikan...

Tapi yang sangat disayangkan dari mereka yang berkeyakinan PKS akan berakhir..

Mereka tidak saja salah tetapi melakukan tindakan penggalangan yg curang..

Dalam masa2 sulit itulah kepemimpinan baru bangkit..

Presiden @anismatta yang ditunjuk Aklamasi mengganti LHI menyusun rencana..

Pesimisme luar biasa...moral kader berada di titik terendah...

Kita tahu PKS adalah partai kader...jika kader hancur maka habislah PKS...

Moral inilah yang ambruk yang dicoba bangun kembali oleh Presiden @anismatta..

Kenyataan ini juga dipahami oleh mereka yang berkehendak tidak baik...

Dan akhirnya merata perasaan terpukul itu oleh kampanye hitam yang gelap..

Bukan cuman kader PKS, kami merasa bahkan akibatnya juga ke simpatisan..

Basis Islam secara umum termakan oleh sentimen negatif...

Dapat dibayangkan bagaimana membangkitkan semua yang sudah tumbang?

Dan kerja ini dibawah komandan Presiden @anismatta sukses..

Bagaimana @anismatta melakukannya nanti saya lanjutkan...

***

(Twit 14/4/2014)

Saya lanjutkan lagi Tweet: #PKSbersyukur. Kali ini tentang bagaimana @anismatta memimpin krisis.



Rabu, 30 Januari 2013 adalah waktu yang tak saya duga.

Saya sedang bersama beberapa anggota DPR mengikuti pertemuan GOPAC di Manila.

GOPAC adalah Global organization of parliamentarian Against corruption.

Ini adalah organisasi yang di Indonesia dipimpin oleh bapak @pramonoanung

Di tengah diskusi tentang bagaimana mengakhiri korupsi saya menerima kabar.

Presiden PKS, Lutfi Hasan ditangkap KPK.

Saya tidak mengerti mesti bereaksi apa. Karena jauh. Tapi malam hari, saya menerima perintah untuk balik.

Besok @anismatta akan dilantik menjadi Presiden PKS yang baru.

Saya meminta izin kepada panitia bahwa saya akan pulang lebih awal.

Dan saya tiba di DPP PKS persis saat Presiden baru @anismatta akan berpidato.

Itu adalah pidato berkesan dan semua orang di ruangan itu menangis.

Sampai sekarang, saya tidak mengerti kenapa kami terharu.

Mungkin karena kami di PKS mengalami sesuatu yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.

Seperti orang ditinggal kematian atau perpisahan. Ada kepedihan. Entah dimana.

Karena ini Sesuatu yang langka dan mustahil bagi PKS terjadi.

Jarak moral kader dengan apa yang terjadi memang sangat jauh.

Bayangkan Presiden partai ditangkap dengan tuduhan korupsi.

Inilah yang membuat shock dan memukul sangat keras. Hari-hari itu adalah hari-hari malu.

Malu kepada semua yang pernah kita katakan. Bukankah partai ini sangat sarat dengan ajaran moral?

Justru itulah masalahnya. Apalagi setelah kasus pemeriksaan berjalan. Mengalir sampai jauh...

Tentang asmara dan percintaan yang tak ada kaitannya dengan perkara.

Tentang nafkah keluarga yang disiarkan sebagai aliran dana haram.

Tentang percakapan rahasia suami-isteri yang menjadi menu sarapan.

Inilah sandiwara yang Adalah pukulan bertubi-tubi yang hampir mematikan.

Tetapi Alhamdullilah, Aklamasi memutuskan @anismatta sebagai Presiden PKS adalah tepat.

Presiden @anismatta adalah sekjen sejak awal partai berdiri.

Secara organisasi dialah yang paling paham jeroan partai.

Tapi selama jadi sekjen, @anismatta sangat menikmati kerja di dapur.

Baginya amanah jabatan jangan dikejar dan Baginya kapasitas lebih penting dari posisi jabatan.

Maka, ketika secara Aklamasi dia ditunjuk, dia mengingatkan yang memilih.

"Saya juga ada masalah, apakah saya tidak akan jadi beban?" Tanyanya.

Semua yang hadir meyakinkannya. Dan bismillah ia dilantik.

Dalam pidatonya ia mengajukan 3 syarat jika ingin lulus ujian ini.

Tawakal kepada Allah, Soliditas ukhuwwah dan kerja keras.

"Hari ini, tidak ada lagi waktu untuk tidur", teriaknya. Tatajafa junubuhum anil madhoji'...!!

Pidatonya menggelegar di seluruh negeri. Moral kader dibangkitkan dengan ayat-ayat ilahi.

Kisah-kisah ilahiyah diangkat ke permukaan menjadi hikmah .

Dan kader serta simpatisan diajak dalam kesadaran yang penuh.

"Inilah saat kita memandang diri kita dengan cara baru." "Jangan2 memang kita banyak salah dan perlu evaluasi."

"Pelajaran ini sangat berharga dan merupakan sayang Allah pada kita." "Sekarang mari mengubah strategi."

"Pencitraan takkan lagi berfungsi. Kita perlu masuk ke hati publik."

"Datanglah dan jadikanlah rumah masyarakat sebagai rumah kita."

"Tampil lah apa adanya karena memang kita apa adanya."

"Dari dulu kita begini dan tidak ada yang berubah kecuali Kemampuan melayani."

"Rasakan respon publik kepada kita lalu pegang lah dada kita."

"Sekarang, apakah ada gemuruh kemenangan di dada kita?"

Itulah akhir pidato yang selalu didengungkan... Kader bangkit dan mesin partai menggeliat.

Hanya dalam setahun, @anismatta memimpin sebuah rute yang rumit.

Ia mengumpamakan dengan kisah nabi yusuf :masuk sumur dan dari keluar sumur menuju istana.

Sekarang, setelah pemilu dan ketika suara sedang dihitung. Kita bersyukur bahwa PKS bertahan. #PKStidakMati #PKSbersyukur

Semuanya karena karunia Allah penguasa alam semesta. #PKSbersyukur #PKStidakMati

Tak ada rencana yang jalan. Kecuali mendapat ijin dan restu dariNya. #PKSbersyukur

DPP PKS dibawah Presiden @anismatta telah berupaya keras.

Dalam keadaan sulit ketika semua orang diyakinkan bahwa PKS habis.

Maka capaian yang ada sekarang adalah prestasi di bawah cibiran.

Saya merasa bagaimana kawan-kawan pergi meninggalkan kita.

Kita seperti terpojok sendiri tanpa kawan.

Dalam keadaan seperti itu pimpinan kita membesarkan jiwa kita.

Orang2 yang paham organisasi akan paham apa yg PKS lakukan.

Persis setelah #PutihkanGBK seorang kawan saya mengabarkan.

"Ri, orang2 kaget mereka kira partai lo akan mati."
Dan betul #PKStidakMati bahkan bikin kejutan. Ke depan PKS akan terus bikin kejutan. Insya Allah.



Sumber : http://www.pkspiyungan.org/2014/04/bagaimana-anis-matta-memimpin-pks-di.html


Read More … "Bagaimana Anis Matta Memimpin PKS di Saat Krisis" oleh Fahri Hamzah

Taujih Ustadz Hilmi : Kursi Dewan Bukan Tujuan Akhir, Jangan Lupakan Target Akhir Dakwah Kita

Ust Hilmi : Kursi Dewan bukan tujuan akhir Dakwah Kita

Di tengah keberhasilan PKS untuk mempertahankan kursi dewan bahkan ada beberapa daerah yang meningkat, taujih Ust Hilmi berikut ini layak di simak untuk mengingatkan kita bahwa mendapatkan kursi jabatan bukanlah tujuan akhir dakwah kita. Berikut adalah taujih Ust Hilmi Aminudin yang beliau tulis di tahun 2013 lalu.
Jangan Lupakan Target Akhir Dakwah Kita

oleh : Ust Hilmi Aminudin.
Target akhir dakwah kita adalah nasyrul hidayah (menyebarkan petunjuk) dan li I’laai kalimatillah (meninggikan kalimah Allah), hatta laa takuuna fitnatun wayakuunaddiinu kulluhu li-Llah (supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah). Jangan lupakan target akhir ini.
Amal khoiri yang pendekatannya kesejahteraan, jangan dianggap sebagai ghayah (target akhir), itu sasaran antara saja. Memang dia suatu anjuran dari Allah, tapi dia sasaran antara dari segi dakwah, diharapkan melalui ihsan kita menghasilkan penyikapan dan sambutan yang khoir. Hal jazaul ihsan illal ihsan, tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan pula. Tapi ihsan kita, operasi mewujudkan kesejahteraan itu jangan dianggap tujuan akhir. Negara-negara Eropa itu adalah Negara yang sejahtera hidupnya. Tapi 50% penduduknya atheis.
Bagi kita, jadi camat, bupati, walikota, gubernur atau presiden, itu sasaran antara. Akhirnya hatta laa takuuna fitnatun wayakuunaddiinu kulluhu li-Llah (supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah). Wa kalimatullah hiyal ulya (dan kalimat Allah itulah yang tinggi).
Jadi, amal tsaqafi, orang jadi bertsaqafah; amal khairi, orang jadi sejahtera; itu hanyalah sasaran-sasaran antara kita. Sebab kalau orientasi masyarakat madani itu hanya terdidik, dan sejahtera seperti di Eropa, banyak yang mulhid, atheis walaupun terdidik dan sejahtera. Walaupun bukan atheis terorganisir seperti komunis, style masyarakat sebagai individu itu atheis. Bahkan memandang keagamaan itu merupakan bagian dari budaya.
Di Jepang juga masyarakatnya sangat sejahtera. Tapi bagi mereka agama itu kultur yang terserah selera, boleh berganti kapan saja. Orang Jepang saat lahir umumnya disambut dengan upacara-upacara Budha. Ketika nanti menikah dirayakan dengan upacara Kristen dan ketika meninggal dengan upacara Sinto. Kata ikhwah yang pernah bermukim di Jepang, pernah ada sensus keagamaan, ternyata pemeluk agama di Jepang itu tiga kali lipat dari jumlah penduduk. Jadi mereka sebenarnya sejahtera dan terdidik. Secara fisik, materi, mereka terlihat bahagia. Tapi yabqa ala dhalalah (tetap dalam kesesatan).
Nah kita sebagai partai dakwah tidak begitu. Maksud saya, kalau kita sudah bisa mentau’iyah (menyadarkan), menjadi terbuka, bebas, demokratis, mentatsqif, menjadi terdidik, atau menyejahterakan sekalipun, perjalanan kita masih tetap jauh. Sebab sesudah itu, bagaimana mereka bisa kita konsolidasikan, bisa kita koordinasikan, kita mobilisasikan, litakuuna kalimatulladziina kafaru sulfa wa kalimatullahi hiyal ‘ulya. Ini penting untuk selalu diingatkan dan dicamkan. Apalagi di masa-masa musyarokah (partisipasi politik) ini.
Jangan merasa sukses menjadi pemimpin  Pemda itu ukurannya sekedar telah membangun sekolah sekian, madrasah sekian, kesejahteraan, pertanian subur; sementara hidayah tercecer. Makanya keterpaduan langkah-langkah yang sifatnya tarfih (kesejahteraan), atau tatsqif (mencerdaskan bangsa) harus sejajar dengan upaya-upaya mendekatkan orang pada hidayah Allah. Harus begitu.
Ini saya ingatkan karena ketika kita di masyarakat dituntut di sektor kesejahteraan, di sektor kebijakan, di sektor pendidikan, di sektor kesehatan; maka harus secara menyatu terpadu dengan nasyrul hidayah (menyebarkan petunjuk Islam), nayrul fikrah (menyebarkan gagasan Islam), wa nasyrul harakah (penyebaran gerakan dakwah). Agar mereka akhirnya bergerak bersama-sama li I’lai kalimatillah.

Sumber :  http://pkssemarang.org
Read More … Taujih Ustadz Hilmi : Kursi Dewan Bukan Tujuan Akhir, Jangan Lupakan Target Akhir Dakwah Kita
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...