Abjadiyah Amaliyah Ramadhan (12) Huruf SYIN : Asy-Syukru (Bersyukur)
ASY-SYUKRU (BERSYUKUR)
Oleh: Abu ANaS
حرف الشين
الشُّكْرُ
As-Syukru (Bersyukur)
Allah SWT berfirman:
“Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah SWT atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur”. (Al-Baqarah:185)
Syukur adalah bentuk pujian dan apresiasi terhadap anugerah dan nikmat yang diberikan Allah SWT kepada kita. ia juga merupakan bukti pengakuan kita kepada Allah SWT yang telah memberikan dan melimpahkan nikmat yang tiada terhingga.
Jika kita telusuri lebih mendalam, maka akan kita akan dapat menemukan begitu banyak nikmat yang telah Allah SWT anugerahkan kepada manusia, dan karena itu Allah SWT mengingatkan kepada manusia bahwa mereka tidak akan mampu menghitungnya,
وَآَتَاكُمْ مِنْ كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ الْإِنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ
“Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. dan jika kamu menghitung nikmat Allah SWT, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zhalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah SWT)”. (Ibrahim:34)
Adapun beberapa nikmat yang nampak di hadapan manusia dan dirasakan olehnya adalah sebagai berikut;
- Nikmat menjadi manusia (At-tiin:4), (Al-Isra:70),
- Nikmat komunikasi (Ar-RahmanL 3-4), Ar-Ruum:22),
- Nikmat hidup bersama alam (Al-Mulk;3-5), (Al-Qashash:73), (Al-Hajj:65),
- Nikmat Reazki (Ar-Ruum:50), (Ar-Rahman:10-12),
- Nikmat sehat; sehat fisik (As-Syu’ara:79-80), sehat batin (Al-Jumu’ah:2), nikmat Al-Qur’an (Yunus:57),
- Nikmat memiliki keturunan (Al-Furqan:74),
- Nikmat rasa aman (Al-A’raf:97-99),
- Nikmat Islam (Al-Hujurat:17) dan nikmat-nikmat lainnya.
Allah SWT berfirman:
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين
“Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam”
Al-hamdulillah Robbil ‘alamin adalah apresiasi rasa syukur yang tulus dari seorang anak manusia karena merasa mendapatkan perhatian penuh sepanjang hidupnya dari Rabb sekalian alam. Dia menciptakan manusia dengan perangkap lengkap yang memungkinkannya untuk melaksanakan perintah-perintah-Nya; Dia buka pintu-pintu rezki untuk seluruh makhluk-Nya tanpa meminta mereka untuk membayar atau memberikan sesuatu apapun kepada-Nya; dan Dia juga mengajak manusia untuk meniti jalan menuju kenikmatan tanpa batas di surga-Nya.
Selain ungkapan rasa syukur, Al-hamdulillah yang meluncur dari lisan juga merupakan ekspresi kekaguman dan luapan kebahagiaan seseorang saat melihat perhatian Allah yang sangat tinggi kepada seluruh makhluk-Nya meskipun si pengucap tidak langsung merasakan nikmat tersebut.
Ekspresi kekaguman hati, apresiasi lewat lisan, menginternalisasi nikmat-nikmat ke dalam jiwa, maupun mengembangkannya dalam kehidupan tidak mungkin terwujud kalau kita tidak mampu membaca nikmat-nikmat Allah. Ia bermula dari kemampuan membaca nikmat.
Pembagian syukur:
1. Syukur i’tiqadi; syukur dalam mengapresiasi nikmat iman yang telah Allah anugerahkan melalui pengenalan diri kepada sifat dan asma Allah.
2. Syukur qauli; syukur dalam mengapresiasi nikmat yang telah Allah anugerahkan kepada manusia melalui lisan dan ucapan, membaca doa pada setiap kali mengakhiri perbuatan.
3. Syukur amali; syukur dalam rangka mengamalkan ibadah yang telah diperintahkan Allah dengan sebaik-baiknya, menggunakan harta yang telah diberikan pada jalan yang disyariatkan, tidak menghamburkannya dan tidak untuk dijadikan menghalangi orang yang berjalan di jalan kebenaran.
Langkah-langkah menghadirkan nikmat Allah di dalam jiwa:
1. Mengenal Allah dan sifat-sifat-Nya
2. Mengenal kadar dan nilai nikmat yang diberikan
3. Memandu hadirnya nikmat dengan melaksanakan amalan doa dan dzikir
Syukur akan berbuah nikmat
Allah SWT sungguh penyayang. Nikmat yang diberikan kepada kita akan Dia tambah berbanding lurus dengan apresiasi kita terhadap nikmat-Nya… karenanya Allah SWT mengingatkan kepada manusia dalam firman-Nya:
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيد
“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (Ibrahim:7)
Dan dalam surat Ar-Rahman disebutkan:
فَبِأَيِّ آَلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَان
“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”
Ayat diatas disebutkan berulang-ulang oleh Allah hingga 31 kali, dimana Allah SWT telah banyak menyebutkan berbagai nikmat, sehingga tidak ada bagi seorang manusia untuk mengingkarinya kecuali harus bersyukur dan bersyukur.
Salah satu bukti syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang telah dianugrahkan kepada kita adalah, tidak menggunakan anugrah itu pada hal-hal maksiat, seperti berlebih-lebihan.
Kebanyakan kita menyiapkan diri menyambut Ramadhan dengan membeli beragam jenis makanan dan minuman yang tidak didapatkan di luar bulan Ramadhan.
Begitupun kaum ibu-ibu, sibuk mempersiapkan bulan Ramadhan dengan berbagai macam makanan untuk berbuka yang melebihi kebutuhan keluarga sehingga akhirnya terjadi tabzhir atau berlebihan.
Padahal yang seharusnya dilakukan adalah pertengahan, sebagaimana firman Allah SWT:
وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
“Makan dan minumlah dan jangan berlebih-lebihan karena sesungguhnya Allah SWT tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” (Al-A’raf: 31)
Dan ingat, bahwa dengan bersyukur Allah SWT. akan menambah kenikmatan lainnya. Sebagaimana Allah SWT berfirman:
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (Ibrahim:7)
Judul Asli : Abjadiyat Amaliyah Ramadhan (12) Huruf SYIN
Sumber: http://www.al-ikhwan.net/abjadiyat-amaliyah-ramadhan-12-huruf-syin-3109/
-----------------------------


Komentar
Posting Komentar