Abjadiyah Amaliyah Ramadhan (13) Huruf SHAD : Rukhsah Al Fitri (Dispensasi Untuk Berbuka)

SHIAMUS SHAGIR (MEMBIASAKAN SI KECIL PUASA)

Oleh: Abu ANaS

 
c0031
حرف الصاد
صيام الصغير
Shiamus Shagir (Membiasakan Si Kecil Shaum)

Berusahalah memotivasi anak-anak untuk berpuasa, dan memberikan teladan yang baik kepada mereka untuk shalat. Sehingga kelak jika sudah baligh dan telah wajib atas mereka, mereka tidak merasa mendapatkan beban yang berat.
Bahwa para sahabat –seperti yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim- mengajarkan anak-anak mereka yang masih kecil untuk berpuasa, dan membuatkan mereka permainan dari kulit, jika mereka bertanya tentang makanan, merengek meminta makanan, maka diberikan permainan sehingga membuat mereka lupa dan dapat menyempurnakan puasanya.
Al-hafizh Ibnu Hajar menyebutkan bahwa dalam hal tersebut ada alasan syar’i, yaitu melatih anak-anak kecil untuk berpuasa.
Mengantarkan anak untuk berpuasa dan memahami maknanya, memang bukanlah pekerjaan mudah. Keberhasilan yang kita harapkan memerlukan persiapan sejak jauh hari. Kiat-kiat yang bisa dilakukan orang tua, untuk merancang pola pendidikan terbaik buat anak selama bulan Ramadhan antara lain adalah :

1. Mengenalkan Ramadhan agar anak terkondisi dengan datangnya bulan Ramadhan. 

Jauh sebelum Ramadhan datang, orang tua hendaknya rajin mengumpulkan kisah-kisah menarik seputar Ramadhan. Pilihkanlah kisah-kisah sahabat dan perjuangan Rasulullah yang berhasil di bulan Ramadhan. Pengalaman-pengalaman masa kecil orang tua pun akan sangat menyenangkan bagi anak-anak jika dikisahkan satu atau dua pekan sebelum datangnya Ramadhan.
Melakukan pengkondisian menyambut Ramadhan juga dapat dilakukan dengan memberikan pemahaman yang   memadai tentang keutamaan Ramadhan. Jika pengkondisian ini dilakukan berulang-ulang sejak sebelum Ramadhan tiba, sangat mungkin akan tumbuh niat yang kuat pada anak untuk berpuasa Ramadhan.

2. Menyambut Ramadhan dengan Keriangan dan Keceriaan 

Rasulullah telah menasehati Abdullah bin Mas’ud untuk menyambut Ramadhan dengan wajah yang berseri tidak cemberut. Keriangan atau keceriaan dapat diciptakan misalnya dengan mengajak anak untuk mengikuti acara-acara penyambutan Ramadhan dengan berpawai keliling membawa poster-poster atau seruan-seruan bulan Ramadhan.

3. Mempersiapkan jadwal khusus buat anak 

Perubahan jadwal sehari-hari selama Ramadhan juga memerlukan persiapan, agar tidak mengagetkan. Membiasakan anak bangun sahur, misalnya, bukan hal yang ringan. Orang tua perlu merancang cara khusus dan istimewa untuk membuat anak mau membuka mata dengan gembira. Misalnya dengan menyediakan menu sahur yang istimewa. Waktu sahur sebaiknya diakhirkan (kira-kira satu atau setengah jam menjelang shalat subuh) sebagaimana anjuran Rasulullah.

4. Menjalankan ibadah dengan gembira. 

Perasaan senang tanpa tekanan dalam beribadah sangat penting bagi anak. Kondisikan lingkungan bermain dan kehidupan sehari-hari si anak dengan menyenangkan sehingga anak akan tertarik untuk mulai turut mencoba. Misalnya dengan mengundang kawan-kawan dekatnya berbuka puasa di rumah. Mengajak anak-anak untuk meramaikan syiar Ramadhan dengan sholat tarawih berjamaah di masjid, mengaji dan mengkaji Quran, menyimak ceramah-ceramah agama, menyuruh mereka mengantar makanan ke masjid untuk orang yang berbuka puasa, lebih menggemarkan berinfak, shadaqah dan lainnya. Stimulusi anak dengan pahala dan surga yang dijanjikan Allah untuk orang yang giat beribadah selama bulan Ramadhan.

5. Memberikan alternatif pengisian waktu yang positif kepada anak 

Untuk mengalihkan perhatian anak-anak dari rasa lapar, bisa menggunakan berbagai jenis permainan. Sejak di jaman kehidupan Rasulullah saw, para sahabat muslimah telah merancang kreativitas bagi putra-putrinya, khusus untuk menggembirakan hati mereka agar melupakan waktu yang terasa berjalan lambat selama berpuasa. Seperti nampak dalam sebuah kisah, ketika Rasulullah Saw mengutus seseorang pada hari Asyura ke perkampungan orang-orang Anshar dan berkata,
“Siapa yang pagi ini shaum hendaklah ia shaum dan menyempurnakan puasanya. Maka kami pun menyempurnakan puasa hari itu dan kami mengajak anak-anak kami shaum. Mereka kami ajak ke masjid, lalu kami beri mereka mainan dari benang sutra. Jika mereka menangis minta makan kami berikan mainan itu sampai datang waktu berbuka.” (HR Bukhari-Muslim)

6. Melatih berpuasa dengan bertahap 

Melatih puasa pada anak dapat dilakukan dengan bertahap, misalnya mengijinkan anak berbuka sampai jam 10, lalu jam 12 dan seterusnya sampai akhirnya penuh sampai waktu berbuka. Berikan penghargaan dan pujian untuk anak yang sabar. Jika memungkinkan berikan hadiah yang mendidik misalnya, berupa alat-alat belajar. Terhadap anak yang baru berlatih puasa (belum kuat dan gampang terpengaruh),   sebaiknya mereka dijauhkan bermain dari anak-anak yang malas berpuasa. Dekatkan dengan anak-anak lainnya yang tekun berlatih.

Judul Asli : Abjadiyat Amaliyah Ramadhan (13) Huruf SHAD
Sumber: http://www.al-ikhwan.net/abjadiyat-amaliyah-ramadhan-13-huruf-shad-3117/
----------------------

Komentar

Postingan Populer