Abjadiyah Amaliyah Ramadhan (8) Huruf DZAL : Dzikir (Mengingat Allah)
DZIKIR (MENGINGAT ALLAH)
Oleh: Abu ANaS
حرف الذال
الذِّكْرُ
Dzikir (Mengingat Allah SWT)
Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا . وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا . هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلَائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا
“Hai orang-orang yang beriman, berdzikir lah (dengan menyebut nama) Allah SWT, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman”. (Al-Ahzab:41-43)
Kita menyadari bahwa diberikannya kesempatan untuk dapat memasuki bulan Ramadhan adalah merupakan anugerah tiada terhingga, karenanya selain diperintahkan untuk berpuasa, shalat tarawih, tadarus adalah berdzikir sebanyak-banyaknya kepada Allah SWT. Sehingga tidak ada waktu yang terlewatkan dengan sia-sia kecuali untuk kebaikan.
Kadang kala pada bulan Ramadhan dan berpuasa manusia cenderung lemah dan tidak semangat, apalagi ketika terik matahari, kecenderungan orang yang berpuasa adalah tidur atau istirahat. Sekalipun itu adalah baik, namun bagi orang yang ingin mendapatkan derajat yang mulia di sisi Allah SWT maka tidak akan membuang kesempatan yang baik itu kecuali untuk berdzikir, walaupun dalam kondisi kepayahan karena berpuasa pada siang yang terik. Mereka ingat akan firman Allah SWT:
وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ . إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآَيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ . الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“Kepunyaan Allah SWT-lah kerajaan langit dan bumi, dan Allah SWT Maha Perkasa atas segala sesuatu. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah SWT sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka”. (Ali Imran:189-191)
Pada bulan Ramadhan yang mulia ini kita diarahkan untuk memperbanyak dzikir, jangan pernah bosan lisan ini untuk berdzikir kepada Allah SWT, dalam kondisi apapun, bahkan saat melaksanakan pekerjaan kantor, pekerjaan rumah, belajar dan lain-lainnya sekalipun. Yang demikian guna mentauladani Rasulullah saw, seperti yang diriwayatkan oleh Ummul Mukiminin, Aisyah ra, dia berkata:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَذْكُرُ اللَّهَ عَلَى كُلِّ أَحْيَانِهِ
“Bahwa Nabi saw selalu berdzikir kepada Allah SWT setiap saat.” (Muslim)
Dan bergembiralah dengan hadits nabi saw yang lain, nabi bersabda:
ثَلاَثَةُ لاَ يَرُدُّ اللهُ دُعَاءَهُمْ: الذَّاكِرُ اللهُ كَثِيْراً وَالْمَظْلُوْمُ وَالإِمَاُم الْمُقْسِطُ
“Tiga perkara yang tidak ditolak doanya oleh Allah SWT; Orang yang selalu (banyak) berdzikir, orang yang teraniaya dan imam yang adil.” (Baihaqi dan ditashih oleh Al-Albani)
أَفْضَلُ الذِّكْرِ لا إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ ، وَأَفْضَلُ الدُّعَاءِ الْحَمْدُ لِلَّهِ
“Seutama-utama dzikir adalah kalimat “La ilaha illAllah SWT dan seutama-utama doa adalah al-hamdulillah.” (An-Nasa’I ditashih oleh Al-Albani)
أَفْضَلُ الْكَلاَمِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ للَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
“Sebaik-baik ucapan adalah subhanaAllah SWT, al-hamdulillah wa laa ilaha illAllah SWT, WAllahu akbar.” (Ahmad ditashih oleh Al-Albani)
كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ، ثَقِيلَتَانِ فِى الْمِيزَانِ ، حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ ، سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ
“Dua kalimat yang ringan dalam lisan namun berat dalam timbangannya dan dicintai oleh yang Maha Rahman: “SubhanAllah wa bihamdihi subhannAllahil adzim.” (Bukhari)
مَثَلُ الَّذِى يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِى لاَ يَذْكُرُ مَثَلُ الْحَىِّ وَالْمَيِّتِ
“Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Allah SWT dan orang yang tidak berdzikir adalah seperti orang yang hidup dengan orang yang mati.” (Bukhari)
Judul Asli : Abjadiyat Amaliyah Ramadhan (9) Huruf DZAL
Sumber: http://www.al-ikhwan.net/abjadiyat-amaliyah-ramadhan-9-huruf-dzal-3073/
----------------------------


Komentar
Posting Komentar