Kader PKS Solo Membongkar Rahasia para Pengusaha Sukses
PKS Solo Bongkar Rahasia para Pengusaha Sukses!
Karenanya diperlukan sebuah usaha riil untuk menyadarkan dan menggerakkan para ikhwan dan akhwat, agar terampil dalam mencari penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, serta mendanai dakwahnya. Untuk itulah Tim Bendahara DPD PKS Surakarta yang digawangi oleh Amin Supodo, SP berinisiatif mengadakan Training dan Workshop Kewirausahaan " Membongkar Rahasia Pengusaha Sukses".
Training yang diadakan Ahad, 22 Mei 2011 bertempat di Gedung Gama Jl. Sriwedari Surakarta itu dihadiri oleh sekitar 100-an peserta yang mewakili setiap Unit Pembinaan kader inti PKS Surakarta. Acara dibuka pada pukul 09.15 oleh MC akh Ismail , pengusaha telur asin yang menempuh pendidikan paska sarjana di bidang Akutansi. Kemudian diawali dengan Tilawah oleh Akh Donny DC, kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua DPD Solo Ustad Sugeng Riyanto, S.S. Ketua DPD mengingatkan urgensinya training semacam ini karena realita kebutuhan dana sangat mendesak dalam setiap kerja dakwah. Beliau juga menyitir ayat dalam surat As-Shoof tentang tawaran transaksi dengan harta dan nyawa sebagai penyelamat dari api neraka. Bahwasanya jihad dan dakwah membutuhkan pendanaan, karenanya setiap kader diminta untuk meningkatkan kualitas penghasilan dan kekuatan finansial mereka. Sugeng Riyanto juga mengingatkan tentang muwashhofat "qadirun alal kasbi" atau mampu mencari penghasilan yang merupakan kriteria melekat pada setiap kader PKS dan harus senantiasa dievaluasi dan ditingkatkan. Di akhir sambutannya beliau juga menekankan tentang pentingnya follow up, langkah nyata .. khususnya yang terkait dengan sinergi dan koordinasi antara ikhwan/akhwat yang mempunyai usaha tertentu.
Usai sambutan ketua DPD, dilanjutkan dengan pengantar Training yang disampaikan oleh Bendahara DPD Amin Supodo. Beliau menyatakan bahwa training semacam ini baru diadakan pertama kali di Surakarta, khususnya untuk tingkat Jawa Tengah. Karenanya beliau juga mengundang secara khusus para ikhwah perwakilan dari Daerah Dakwah 5 ( Klaten, Sukoharjo, dan Boyolali) serta Daerah Dakwah 4 ( Sragen, Karanganyar dan Wonogiri). Di tengah-tengah peserta memang nampak beberapa ikhwah yang datang dari Wonogiri dengan penuh semangat. Amin Supodo juga menegaskan tentang arah dan tujuan diselenggarakan workshop ini, sehingga nanti diharapkan ikhwah akan mempunyai semacam 'halaqoh' atau cluster-cluster yang khusus bergerak di bidang pengembangan ekonomi. Usaha ini akan sangat optimal dalam mensinergikan ragam macam usaha yang dijalankan para kader. Beliau juga mencontohkan organisasi islam lainnya yang mampu survive dalam mengelola kegiatan ekonominya dan bahkan sukses mengembangkannya.
Sessi Pertama Training diisi oleh dua trainer dari School of Life masing-masing Bapak Yuli Hartanto ( asal Sragen ) dan Bapak Henri Ali Wardhana (asal Madiun). Di awal peserta dibuat terhenyak dengan metode GILA yang harus disepakati untuk menjadi pengusaha, ternyata GILA disini yang dimaskud adalah Gali Ilmu Langsung Amalkan. Kemudian selama dua jam penuh peserta diajak menyelami urgensi dan tips-tips menekuni langkah menjadi pengusaha sejati, tentu saja dibumbui dengan kisah-kisah nyata yang menarik dan unik untuk di simak. Contoh-contoh kesabaran dalam melangkah dibidang usaha begitu banyak terpampang dihadapan mata, diharapkan peserta mampu menyerap motivasi dan inspirasi yang disampaikan, untuk benar-benar dijalankan dalam realita di lapangan.
Acara masih terus berlangsung sampai sore hari dengan agenda workshop, bincang-bincang agenda yang lebih terarah tentang pengelolaan usaha ikhwah di kota Surakarta. Apapun, sebuah langkah kemandirian ekonomi kader dan kemandirian dakwah telah diayunkan, tinggal setiap peserta mampu membawa amanah untuk memfollowup dengan sungguh-sungguh dan istiqomah, sehingga akan nampak hasilnya. Semoga sukses dan selamat buat tim Bendahara DPD Surakarta.
Training yang diadakan Ahad, 22 Mei 2011 bertempat di Gedung Gama Jl. Sriwedari Surakarta itu dihadiri oleh sekitar 100-an peserta yang mewakili setiap Unit Pembinaan kader inti PKS Surakarta. Acara dibuka pada pukul 09.15 oleh MC akh Ismail , pengusaha telur asin yang menempuh pendidikan paska sarjana di bidang Akutansi. Kemudian diawali dengan Tilawah oleh Akh Donny DC, kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua DPD Solo Ustad Sugeng Riyanto, S.S. Ketua DPD mengingatkan urgensinya training semacam ini karena realita kebutuhan dana sangat mendesak dalam setiap kerja dakwah. Beliau juga menyitir ayat dalam surat As-Shoof tentang tawaran transaksi dengan harta dan nyawa sebagai penyelamat dari api neraka. Bahwasanya jihad dan dakwah membutuhkan pendanaan, karenanya setiap kader diminta untuk meningkatkan kualitas penghasilan dan kekuatan finansial mereka. Sugeng Riyanto juga mengingatkan tentang muwashhofat "qadirun alal kasbi" atau mampu mencari penghasilan yang merupakan kriteria melekat pada setiap kader PKS dan harus senantiasa dievaluasi dan ditingkatkan. Di akhir sambutannya beliau juga menekankan tentang pentingnya follow up, langkah nyata .. khususnya yang terkait dengan sinergi dan koordinasi antara ikhwan/akhwat yang mempunyai usaha tertentu.
Usai sambutan ketua DPD, dilanjutkan dengan pengantar Training yang disampaikan oleh Bendahara DPD Amin Supodo. Beliau menyatakan bahwa training semacam ini baru diadakan pertama kali di Surakarta, khususnya untuk tingkat Jawa Tengah. Karenanya beliau juga mengundang secara khusus para ikhwah perwakilan dari Daerah Dakwah 5 ( Klaten, Sukoharjo, dan Boyolali) serta Daerah Dakwah 4 ( Sragen, Karanganyar dan Wonogiri). Di tengah-tengah peserta memang nampak beberapa ikhwah yang datang dari Wonogiri dengan penuh semangat. Amin Supodo juga menegaskan tentang arah dan tujuan diselenggarakan workshop ini, sehingga nanti diharapkan ikhwah akan mempunyai semacam 'halaqoh' atau cluster-cluster yang khusus bergerak di bidang pengembangan ekonomi. Usaha ini akan sangat optimal dalam mensinergikan ragam macam usaha yang dijalankan para kader. Beliau juga mencontohkan organisasi islam lainnya yang mampu survive dalam mengelola kegiatan ekonominya dan bahkan sukses mengembangkannya.
Sessi Pertama Training diisi oleh dua trainer dari School of Life masing-masing Bapak Yuli Hartanto ( asal Sragen ) dan Bapak Henri Ali Wardhana (asal Madiun). Di awal peserta dibuat terhenyak dengan metode GILA yang harus disepakati untuk menjadi pengusaha, ternyata GILA disini yang dimaskud adalah Gali Ilmu Langsung Amalkan. Kemudian selama dua jam penuh peserta diajak menyelami urgensi dan tips-tips menekuni langkah menjadi pengusaha sejati, tentu saja dibumbui dengan kisah-kisah nyata yang menarik dan unik untuk di simak. Contoh-contoh kesabaran dalam melangkah dibidang usaha begitu banyak terpampang dihadapan mata, diharapkan peserta mampu menyerap motivasi dan inspirasi yang disampaikan, untuk benar-benar dijalankan dalam realita di lapangan.
Acara masih terus berlangsung sampai sore hari dengan agenda workshop, bincang-bincang agenda yang lebih terarah tentang pengelolaan usaha ikhwah di kota Surakarta. Apapun, sebuah langkah kemandirian ekonomi kader dan kemandirian dakwah telah diayunkan, tinggal setiap peserta mampu membawa amanah untuk memfollowup dengan sungguh-sungguh dan istiqomah, sehingga akan nampak hasilnya. Semoga sukses dan selamat buat tim Bendahara DPD Surakarta.
sumber: http://pks-solo.or.id/
-----------------


Komentar
Posting Komentar