PKS Didzalimi, Waspadalah !!!
PKS Didzalimi, Waspadalah!
Diberbagai media, baik media cetak, televisi maupun sosial media
(internet) kita sering mendapati informasi bahwa PKS didzalimi, PKS
dibully dan berbagai hal yang semakna itu. Baik yang pro maupun kontra
PKS telah meramaikan berbagai percakapan di internet.
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) adalah merupakan sebuah jama’ah
(organisasi), sekumpulan orang-orang. PKS sebagai sebuah partai bukanlah
sekedar partai seperti pada umumnya, ia adalah partai kader dalam makna
yang sebenarnya, dan ia juga adalah partai dakwah, dakwah sebagia
panglimanya, sehingga berpolitik yang mereka lakukan sebagai sarana
dakwah, berpolitik dan berpartai adalah sarana bentuk berdakwah di
wilayah politik.
Sementara itu dalam aktifitas keseharian para kader PKS, mereka
menjadikan keberadaan partai sebagai sarana untuk menempa diri, sebagai
sarana untuk saling memperbaiki diri mereka sendiri beserta seluruh
keluarga besarnya. Oleh karenanya rasa kepemilikan kader PKS terhadap
PKS demikian kuat dan sangat kuat, karena ia berdimensi dunia dan
akhirat. Jadi, jangan heran, kalau kader PKS sedemikian rupa bisa
bekerja dengan keras dan ikhlas bersama PKS dan untuk memenangkan PKS.
Maka ketika PKS didzalimi atau merasa didzalimi atau dibully, yang akan
merasakan terdzalimi dan teraniaya banyak orang, ini bisa kita lihat di
sosial media (sosmed), begitu banyak orang yang melakukan pembelaan
terhadap PKS.
Pendzaliman ataupun membully terhadap PKS ataupun terhadap partai
ataupun kelompok lainnya ataupun pada orang-perorang sebaiknya
ditinggalkan. Demikian pula terhadap kader PKS, dalam membalas ataupun
menanggapi masalah ini jangan sampai kita juga mendholimi partai atau
orang lain. Waspadalah akan akibatnya.
Berikut saya kutipkan keterangan yang saya ambilkan dari salah satu buku
pegangan kader PKS “Syarah Lengkap Arba’in Tarbawiyah : Refleksi 40
Hadits Muwashofat Tarbiyah”, kita perlu mewaspadai do’a orang yang
terdzalimi :
1. Waspadalah terhadap do’a orang yang teraniaya. Adanya larangan
berlaku dzalim kepada orang. Allah SWT berfirman “Dan barangsiapa di
antara kamu yang berbuat dzalim, niscaya Kami rasakan kepadanya adzab
yang besar” (QS Al-Furqon : 11). Dalam hadits Qudsi, Allah SWT berfirman
: “Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah mengharamkan atas
diri-Ku dan Aku menjadikannya sebagai sesuatu yang diharamkan di antara
kalian, maka janganlah kalian saling mendzalimi” (HR. Muslim).
2. Agar kita bersegera meminta maaf kepada orang yang terdzalimi sebelum
ia mengadukan kedzaliman kita kepada Allah SWT. Sebab bila terlambat,
maka kebinasaan akan menimpa kita akibat do’a yang dipanjatkannya.
3. Jangan sampai kita membuat orang lain merasa terdzalimi oleh tindakan
kita sedangkan kita tidak menyadarinya, sehingga kitapun terkena dampak
buruknya dari do’a yang dipanjatkannya. Seperti melakukan tindakan yang
menyinggung perasaan mereka, kesalahpahaman, atau sebab lain yang
mereka merasa terdzalimi lalu memanjatkan do’a kepada Allah atas diri
kita.
4. Agar (kita sebagai pihak yang terdzalimi) kita tidak menggunakan do’a
kecuali untuk hal-hal yang mendatangkan maslahat bagi dunia dan akhirat
kita, bukan sekedar untuk melampiaskan amarah dan murka kita kepada
orang yang berbuat dzalim kepada kita.
5. Do’a orang yang terdzalimi memenuhi syarat-syarat istijabah yang bisa
mengalahkan rintangan apapun dalam do’a, seperti kekufuran, keharaman
pakaian dan makanan, kemaksiyatan dan kefasikan dalam perkataan dan
tindakan. Sehingga Allah SWT senantiasa mengabulkan do’a orang yang
terdzalimi, meskipun ia pemakan harta haram, fasik, bahkan kafir
sekalipun. Allah SWT berfirman :
“Atau siapakah yang memperkenankan (do’a) orang yang dalam kesulitan
apabila ia berdo’a kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan (QS.
An-Naml : 62).
Nabi SAW bersabda,
“Waspadalah terhadap do’a orang yang terdzalimi. Karena tidak ada penghalang antara dia dengan Allah SWT” (HR. Muslim).


Komentar
Posting Komentar