"Hikmah Budaya Antri" | Oleh Ariston Archiplan

Seorang guru di Australia pernah berkata: “Kami tidak terlalu khawatir jika anak-anak sekolah dasar kami tidak pandai MATEMATIKA. Kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai MENGANTRI.

Sewaktu ditanya: "Mengapa?

Karena yang terjadi di negara Indonesia justru sebaliknya!

✏ ”Inilah jawabannya:


1. Karena hanya perlu waktu 3 bulan secara intensif untuk melatih anak bisa matematika. Sementara perlu waktu 12 tahun atau lebih u/ melatih anak agar bisa mengantri dgn baik & benar;2. Karena tidak semua anak kelak akan berprofesi menggunakan ilmu matematika, kecuali TAMBAH, KALI, KURANG dan BAGI.


3. Karena biasanya hanya sebagian kecil saja dari siswa yang kelak akan memilih profesi di bidang yang berhubungan dengan matematika. Sementara. SEMUA MURID DALAM SATU KELAS ini pasti akan membutuhkan "Etika Moral" & Pelajaran Berharga dari mengantri di sepanjang hidup mereka kelak.

“Memang ada pelajaran berharga dari MENGANTRI?”

“Ya! Banyak sekali pelajaran berharganya, yakni : 


1. Anak belajar manajemen waktu. Jika ingin mengantri paling depan, harus datang lebih awal dan itu butuh persiapan lebih awal;


2. Anak belajar bersabar.
Menunggu giliran tiba, terutama jika ia di antrian paling belakang; 


3. Anak belajar menghormati hak orang lain.
Yang datang lebih awal dapat giliran lebih dulu dan tidak merasa dirinya yang paling penting; 


4. Anak belajar berdisiplin.
Aturan mengantri adalah tidak menyerobot dan itu berarti tidak mengambil hak orang lain;


5. Anak belajar kreatif.
Untuk mengatasi kebosanan saat mengantri merangsang berpikir untuk melakukan suatu aktivitas (di Jepang biasanya orang akan membaca buku saat mengantri);


6. Anak bisa belajar bersosialisasi. Menyapa dan mengobrol dengan orang lain di antrian;


7. Anak belajar tabah.
Menjalani proses dalam mencapai tujuannya, sehingga tidak melegalkan cara-cara kotor dalam mencapai tujuan.


Sumber :
https://www.facebook.com/itonk.ariston?fref=nf

Komentar

Postingan Populer